Stumbu Hill.....Amazing View of Borobudur
When the sun rises in a misty morning, two mountains (Merapi & Merbabu) as the background, and Borobudur temple as the point of interest, that's the right moment to press the shutter button on your camera.
When the sun rises in a misty morning, two mountains (Merapi & Merbabu) as the background, and Borobudur temple as the point of interest, that's the right moment to press the shutter button on your camera.
This short video consist of more than 700 photos and combine with some HD videos.
Lagi-lagi....sebuah sajian ekowisata baru andalan Gunungkidul yang semakin mewarnai pariwisata Yogyakarta, kali ini dalam bentuk "Cave Tubing" alias susur goa dengan mengapung di atas ban.
Berlokasi di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Kalau dari Jogja, langsung aja menyusuri jalan Wonosari....sampai ke "kota Wonosari"-nya, setelah itu tinggal ke timur sedikit dan plang penunjuk jalan pun telah siap memandu kita semua menuju Goa Pindul.Terdapat 3 pilihan "kegiatan" yang bisa kita lakukan, atau malah sekalian mencoba semuanya....cave tubing di Goa Pindul, rafting di Kali Oya, dan caving di Goa Sioyot. Untuk menyusuri (cave tubing) Goa Pindul sepanjang 350 meter, kurang lebih akan memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Untuk rafting Kali Oya nya sendiri bisa memakan waktu 1-2 jam dengan total alur sungai yang ditempuh sekitar 1,5 km. Sedangkan untuk Goa Sioyot...kami tidak mencoba memasukinya karena waktu yang tidak memungkinkan, akan tetapi menurut info panjang lintasan caving di Goa Sioyot adalah 1000-1500 meter dan dapat ditempuh dalam waktu 1-2 jam.
Setelah semua siap....langsung berangkat menuju TKP.
Sesi Goa Pindul selesai....saatnya lanjut ke rute Kali Oya. Dari pintu keluar Goa Pindul perlu sedikit berjalan melewati perkampungan dan pematang sawah untuk menuju Kali Oya, tapi yang pasti ga bakalan rugi soalnya pemandangan yang disajikan disepanjang jalan sangat menyejukkan mata... Akhirnya....sampai juga di aliran Kali Oya, langsung nyebur mas brooo and have fuuuun...Setelah lebih dari 2 jam bermain air...saatnya kembali ke base camp untuk bersih-bersih dan menghangatkan diri. Mobil pick up pun sudah siap sedia mengantar kita kembali ke base camp.
this is it....the legend of kendang tunggal dari Jogja, mBah Sujud. Kalo ngaku bener2 orang Jogja...harusnya tau dengan sosok "Penarik Pajak Rumah Tangga ini". Walaupun sudah tidak muda lagi dan baru saja menjalani proses penyembuhan bagi penglihatannya yang mulai rabun, mBah Sujud tetap aktif berkesenian....salah satunya dalam rangka menyambut Jogja International Street Performance. Yang kaya' gini ni yang bikin males ninggalin Jogja...
Buat warga Jogja dan sekitarnya yg merindukan aksi sang legenda, mungkin bisa langsung kontak dengan beliau. Alamat mBah Sujud sekarang di Badran RT 51 RW 11 Yogyakarta, nomer telepon nya 087838346843. Pengen lebih jelas, liat kartu namanya aja ni...
Alhamdulillah....setelah menghuni Jogja selama 23 Tahun dan bertempat tinggal tidak jauh dari kompleks Kraton Jogja, akhirnya kesampaian juga menikmati hidangan ala Raja di Bale Raos. Itupun gara2 dapet voucher senilai 50rb sih, ya lumayan lah voucher segitu bisa buat satu menu...
Bale Raos sendiri adalah salah satu resto yang menyajikan hidangan ala Kraton Jogja, dan yang spesial adalah lokasi nya pun di dalam Kraton, tepatnya adalah di Jalan Magangan Kulon No. 1, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Jadi inget waktu kecil sering jalan2 dari rumah sampai ke Magangan. Gunungan untuk upacara grebeg pun dibuatnya di Magangan. Yang sangat unik di Magangan ini adalah jika orang mengendarai kendaraan dan ingin melintas di halaman depan pendopo maka diharuskan untuk turun dan mematikan mesinnya. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Kraton. Hal yang serupa juga berlaku di Keben (Kraton). Benar2 adat istiadat yang masih terjaga...Kembali ke Bale Raos.....saatnya mencicipi hidangan ala Raja. Dari dulu memang sudah penasaran dengan menu "Bebek Suwar Suwir" dan juga "Beer Jawa", kalau temen saya milih "Lombok Kethok" dan "Es Camcao". Tidak perlu menunggu terlalu lama, hidangan pun datang...sebelum dimakan wajib difoto dulu, hehehe. Pada pandangan pertama sebenernya langsung komentar "bener2 ala hotel berbintang...masakan nya cuma secuil".
Bebek Suwar Suwir adalah masakan favorit dari Sultan HB IX, irisan daging bebek dengan saus kedondong dan potongan nanas. Masakan ini "europe" banget, maklum dulu juru masak andalan Sultan HB IX berkebangsaan Belanda dan dijuluki dengan nama nDoro Smit. Kalau Beer Jawa adalah minuman yang dibuat dari perpaduan jahe, secang, cengkeh, dan juga jeruk. Minuman ini adalah kesukaan dari Sultan HB VIII dan jangan salah...minuman ini tidak beralkohol karena memang bukan beer sesungguhnya melainkan hanya sebutan saja. Lombok Kethok adalah hidangan favorit Sultan HB VII-IX. Kalau Es Camcao nya sendiri langsung mengingatkan saya dengan es camcao yang sering saya jumpai di pasar ketika masih kecil, entah pasar mana...udah lupa. Tampilan sederhana tapi rasanya maknyus...gula jawa nya kerasa banget. Sip lah...
Menu lainnya antara lain:
Semur Piyik (Sultan HB IX), Urip Urip Gulung (Sultan HB VII), Sanggar (Sultan HB VIII - HB X), Soup Timlo (Sultan HB X), Soup Tomat (menu favorit HB IX), Soup Timlo (menu favorit HB X), Soup Lidah, Soup Kacang Merah, Sayur Klenyer (menu favorit HB IX), , Semur Ayam Panji (menu favorit HB VII), Semur Piyik (menu favorit HB VII), Gecok Ganem (menu favorit HB IX), Dendeng Ragi (menu favorit HB IX), Roti Jok (menu favorit HB IX), Dendeng Age (menu favorit HB VIII), dan lain-lain.
Bale Raos buka dari jam 09.30 - 21.30 WIB, kecuali hari Senin hanya dari jam 09.30 - 15.00 WIB. Kapasitas Bale Raos juga lumayan besar. Untuk area indoor terdiri dari dua buah joglo yang terdiri dari 80 tampat duduk, sedangkan jika area indoor dan outdoor digabung maka kapasitas nya meningkat hingga 200 orang.
Kalau sedang berkunjung ke Jogja dan pengen merasakan hidangan para Raja, sangat direkomendasikan datang kesini. Tapi ya jangan kaget kalau harganya sekelas resto hotel berbintang. Untuk makanan disini range harganya antara 15rb - 44rb, sedangkan untuk minuman sekitar 6rb - 12rb (*harga per tgl 9 September 2011).
Untuk yang berdomisili di Jakarta, ada juga Bale Raos yg cabang Jakarta koq...tenang aja. Tapi menurut saya ya mending nyobain yg di Jogja, biar feel Kraton nya lebih berasa.
Hmmff...baru sempet nulis ttg ni lensa Jerman, lensa manual yg menurut saya cukup unik...terutama bokeh nya. Bokeh sendiri adalah karakter tampilan area out of focus. Kalau baca di Kenrockwell sih bokeh dibagi 3: good bokeh, neutral bokeh, dan poor bokeh, ini semua mengacu pada bentuk karakter bokeh yang disebabkan oleh elemen optik dalam memfokuskan titik jatuhnya berkas cahaya pada sensor/ film. Karakter lensa ini sebenarnya termasuk dalam poor bokeh, tapi justru itu unik bagi beberapa orang. Bokeh yang ditimbulkan membentuk suatu lingkarang seperti cincin atau kue donat sehingga kadang disebut "bokeh doughnuts".
Data teknis dari lensa ini kurang lebih adalah:Dalam beberapa web disebutkan bahwa bokeh donat ini terbentuk karena jumlah bilah diafragma yang mencapai 15 buah. Berikut ini beberapa hasil capture pada open wide f/3.5:
Hmm....mari kita bandingkan dengan lensa yang lain, tentu beda lensa...beda karakter bokehnya. Lensa yang digunakan sebagai pembanding adalah lensa Canon EF 85mm f/1.8 USM dan lensa Helios 44M-4 58mm f/2.Terlihat kan....Canon 85mm memiliki karakter bokeh yang paling halus, kalau Helios sedikit cenderung destruktif karena sebenarnya keunikan dari lensa Helios adalah swirly bokeh nya. Lensa Meyer dengan 15-blades ini menunjukkan bokeh yang bener2 destruktif...alias menghancurkan background menjadi donat, hehehe.