Posterous theme by Cory Watilo

Stumbu Hill.....Amazing View of Borobudur

Edwtimg_5414
Stumbu Hill.....located in Karangrejo Village, Magelang, Central Java, Indonesia. It's about 2,5 km southwest Borobudur Temple. Most of the visitors are photographers because this is the best place to capture the beauty of the greatest Buddhist temple in the world from above.

When the sun rises in a misty morning, two mountains (Merapi & Merbabu) as the background, and Borobudur temple as the point of interest, that's the right moment to press the shutter button on your camera.

 

Pantai Timang....keindahan yang tersembunyi

Img_1225
Cuti kerja memang paling menyenangkan buat refreshing sambil hunting foto, khususnya di tempat2 yang belom terlalu terjamah....alias masih virgin. Salah satunya ya di Pantai Timang...Tepus...Gunungkidul.

Walaupun sudah sering masuk tv, seperti di acara Harmoni alam ataupun Jejak Petualang, pantai ini bisa dibilang belum terlalu banyak dijamah. Akses menuju pantai ini masih berupa jalan tanah melewati perkampungan dan ladang, baru sebagian saja yang telah diperkeras dengan batu dan semen. Alangkah akan lebih mudah mencapai Pantai Timang dengan menggunakan sepeda motor, atau kalau mau pakai mobil ya sebaiknya yg 4WD (4 wheel drive).

Pantai ini terletak di sebelah barat Pantai Siung. Keunikan pantai ini adalah adanya batu karang di tengah laut dan sebuah kereta gantung sederhana (horor lebih tepatnya) yang digunakan untuk menyeberang ke karang tersebut. Warga setempat membangun kereta gantung tersebut guna mempermudah mereka mencapai batu karang guna menangkap lobster ataupun memancing ikan. Konon batu karang tersebut memang spot andalan dalam mencari lobster, tapi ya tentu bukan tanpa resiko....liat aja kereta gantungnya. Kalau sampai ada sesuatu hal yang tidak diinginkan, ombak besar laut selatan dan batuan karang dibawahnya sudah siap menanti. Yaa...semoga nelayan pencari lobster di Pantai Timang selalu diberi keselamatan olah Tuhan Yang Maha Kuasa.

Img_1276

 

jeJamuran...kuliner sehat serba jamur

Img_1099
Mumpung lagi di Jogja, saatnya berkuliner ria....maklum kerja di pedalaman Borneo rada' susah nyari kuliner2 yg unik. Ceritanya...kemarin pas akhir tahun kebetulan banyak temen yang pada pulang kampung ke Jogja, moment yang tepat buat ngumpul2. Berhubung lagi pengen kulineran yang unik...diputuskan untuk "nyerbu" Jejamuran aja. Jejamuran adalah warung makan yang menu nya serba jamur. Lokasinya di daerah Niron, Pandowoharjo, Sleman, Yogyakarta.

Sebenernya dulu udah sering makan sate jamur ala Jejamuran, jauuuh sebelum warung ini dibuat. Kebetulan ibu kerja sebagai penyuluh lapangan di daerah warung ini berdiri dan setiap ada kegiatan ataupun rapat di kantor selalu memesan sate jamur disana. Lama kelamaan warung ini berkembang pesat dan sekarang selalu ramai dikunjungi para penikmat jamur, khususnya pada hari libur.

Menunya....tentu saja olahan jamur seperti sate jamur, tongseng jamur, jamur bakar pedas, lumpia jamur, jamur goreng tapung, bahkan di beberapa menu minumannya juga menggunakan jamur.

Soal harga, tentu terjangkau....namanya juga di Jogja.

Img_1080

 

 

 

Bienalle XI "Equator #1"....all about India-Indonesia

Img_1131
Biennale Jogja adalah event dua tahunan yang telah berlangsung sejak tahun 1988 dan kini telah menjadi event seni rupa yang cukup bergengsi dan menjadi acuan dalam perkembangan seni rupa di Indonesia. Pada event kali ini tema yang diambil adalah “Religiusitas, Spiritualitas dan Kepercayaan” terutama yang terjadi di India dan Indonesia.

Biennale Jogja XI ini berlangsung pada tanggal 26 November 2011 sampai dengan 8 Januari 2012. Pameran hasil karya dari 25 seniman Indonesia dan 15 seniman India ditata dengan sangat menarik di Jogja National Museum dan juga di Taman Budaya Yogyakarta.

 

 

 

Cave Tubing Goa Pindul....menikmati karst Gunungkidul dengan cara yang berbeda

Lagi-lagi....sebuah sajian ekowisata baru andalan Gunungkidul yang semakin mewarnai pariwisata Yogyakarta, kali ini dalam bentuk "Cave Tubing" alias susur goa dengan mengapung di atas ban.

Editedpindul_7
Berlokasi di Desa Bejiharjo, Kecamatan Karangmojo, Kabupaten Gunungkidul. Kalau dari Jogja, langsung aja menyusuri jalan Wonosari....sampai ke "kota Wonosari"-nya, setelah itu tinggal ke timur sedikit dan plang penunjuk jalan pun telah siap memandu kita semua menuju Goa Pindul.

Terdapat 3 pilihan "kegiatan" yang bisa kita lakukan, atau malah sekalian mencoba semuanya....cave tubing di Goa Pindul, rafting di Kali Oya, dan caving di Goa Sioyot. Untuk menyusuri (cave tubing) Goa Pindul sepanjang 350 meter, kurang lebih akan memakan waktu 45 menit hingga 1 jam. Untuk rafting Kali Oya nya sendiri bisa memakan waktu 1-2 jam dengan total alur sungai yang ditempuh sekitar 1,5 km. Sedangkan untuk Goa Sioyot...kami tidak mencoba memasukinya karena waktu yang tidak memungkinkan, akan tetapi menurut info panjang lintasan caving di Goa Sioyot adalah 1000-1500 meter dan dapat ditempuh dalam waktu 1-2 jam.

Setelah semua siap....langsung berangkat menuju TKP.

Sesi Goa Pindul selesai....saatnya lanjut ke rute Kali Oya. Dari pintu keluar Goa Pindul perlu sedikit berjalan melewati perkampungan dan pematang sawah untuk menuju Kali Oya, tapi yang pasti ga bakalan rugi soalnya pemandangan yang disajikan disepanjang jalan sangat menyejukkan mata...

Akhirnya....sampai juga di aliran Kali Oya, langsung nyebur mas brooo and have fuuuun...

Setelah lebih dari 2 jam bermain air...saatnya kembali ke base camp untuk bersih-bersih dan menghangatkan diri. Mobil pick up pun sudah siap sedia mengantar kita kembali ke base camp.

Editedpindul_21

 

 

Jogja International Street Performance with the legend of kendang tunggal....mBah Sujud

Edimg_0796

this is it....the legend of kendang tunggal dari Jogja, mBah Sujud. Kalo ngaku bener2 orang Jogja...harusnya tau dengan sosok "Penarik Pajak Rumah Tangga ini". Walaupun sudah tidak muda lagi dan baru saja menjalani proses penyembuhan bagi penglihatannya yang mulai rabun, mBah Sujud tetap aktif berkesenian....salah satunya dalam rangka menyambut Jogja International Street Performance. Yang kaya' gini ni yang bikin males ninggalin Jogja...

Buat warga Jogja dan sekitarnya yg merindukan aksi sang legenda, mungkin bisa langsung kontak dengan beliau. Alamat mBah Sujud sekarang di Badran RT 51 RW 11 Yogyakarta, nomer telepon nya 087838346843. Pengen lebih jelas, liat kartu namanya aja ni...

Bale Raos...Royal Cuisine Restaurant

Alhamdulillah....setelah menghuni Jogja selama 23 Tahun dan bertempat tinggal tidak jauh dari kompleks Kraton Jogja, akhirnya kesampaian juga menikmati hidangan ala Raja di Bale Raos. Itupun gara2 dapet voucher senilai 50rb sih, ya lumayan lah voucher segitu bisa buat satu menu...

Edimg_0746
Bale Raos sendiri adalah salah satu resto yang menyajikan hidangan ala Kraton Jogja, dan yang spesial adalah lokasi nya pun di dalam Kraton, tepatnya adalah di Jalan Magangan Kulon No. 1, Kecamatan Kraton, Yogyakarta. Jadi inget waktu kecil sering jalan2 dari rumah sampai ke Magangan. Gunungan untuk upacara grebeg pun dibuatnya di Magangan. Yang sangat unik di Magangan ini adalah jika orang mengendarai kendaraan dan ingin melintas di halaman depan pendopo maka diharuskan untuk turun dan mematikan mesinnya. Ini sebagai bentuk penghormatan terhadap Kraton. Hal yang serupa juga berlaku di Keben (Kraton). Benar2 adat istiadat yang masih terjaga...

Kembali ke Bale Raos.....saatnya mencicipi hidangan ala Raja. Dari dulu memang sudah penasaran dengan menu "Bebek Suwar Suwir" dan juga "Beer Jawa", kalau temen saya milih "Lombok Kethok" dan "Es Camcao". Tidak perlu menunggu terlalu lama, hidangan pun datang...sebelum dimakan wajib difoto dulu, hehehe. Pada pandangan pertama sebenernya langsung komentar "bener2 ala hotel berbintang...masakan nya cuma secuil".

Bebek Suwar Suwir adalah masakan favorit dari Sultan HB IX, irisan daging bebek dengan saus kedondong dan potongan nanas. Masakan ini "europe" banget, maklum dulu juru masak andalan Sultan HB IX berkebangsaan Belanda dan dijuluki dengan nama nDoro Smit. Kalau Beer Jawa adalah minuman yang dibuat dari perpaduan jahe, secang, cengkeh, dan juga jeruk. Minuman ini adalah kesukaan dari Sultan HB VIII dan jangan salah...minuman ini tidak beralkohol karena memang bukan beer sesungguhnya melainkan hanya sebutan saja. Lombok Kethok adalah hidangan favorit Sultan HB VII-IX. Kalau Es Camcao nya sendiri langsung mengingatkan saya dengan es camcao yang sering saya jumpai di pasar ketika masih kecil, entah pasar mana...udah lupa. Tampilan sederhana tapi rasanya maknyus...gula jawa nya kerasa banget. Sip lah...

Menu lainnya antara lain:

Semur Piyik (Sultan HB IX), Urip Urip Gulung (Sultan HB VII), Sanggar (Sultan HB VIII - HB X), Soup Timlo (Sultan HB X), Soup Tomat (menu favorit HB IX), Soup Timlo (menu favorit HB X), Soup Lidah, Soup Kacang Merah, Sayur Klenyer (menu favorit HB IX), , Semur Ayam Panji (menu favorit HB VII), Semur Piyik (menu favorit HB VII), Gecok Ganem (menu favorit HB IX), Dendeng Ragi (menu favorit HB IX), Roti Jok (menu favorit HB IX), Dendeng Age (menu favorit HB VIII), dan lain-lain. 

Bale Raos buka dari jam 09.30 - 21.30 WIB, kecuali hari Senin hanya dari jam 09.30 - 15.00 WIB. Kapasitas Bale Raos juga lumayan besar. Untuk area indoor terdiri dari dua buah joglo yang terdiri dari 80 tampat duduk, sedangkan jika area indoor dan outdoor digabung maka kapasitas nya meningkat hingga 200 orang.

Kalau sedang berkunjung ke Jogja dan pengen merasakan hidangan para Raja, sangat direkomendasikan datang kesini.  Tapi ya jangan kaget kalau harganya sekelas resto hotel berbintang. Untuk makanan disini range harganya antara 15rb - 44rb, sedangkan untuk minuman sekitar 6rb - 12rb (*harga per tgl 9 September 2011).

Untuk yang berdomisili di Jakarta, ada juga Bale Raos yg cabang Jakarta koq...tenang aja. Tapi menurut saya ya mending nyobain yg di Jogja, biar feel Kraton nya lebih berasa.

Meyer Optik Gorlitz Primotar 135mm f/3.5....the Bokeh Doughnuts

Hmmff...baru sempet nulis ttg ni lensa Jerman, lensa manual yg menurut saya cukup unik...terutama bokeh nya. Bokeh sendiri adalah karakter tampilan area out of focus. Kalau baca di Kenrockwell sih bokeh dibagi 3: good bokeh, neutral bokeh, dan poor bokeh, ini semua mengacu pada bentuk karakter bokeh yang disebabkan oleh elemen optik dalam memfokuskan titik jatuhnya berkas cahaya pada sensor/ film. Karakter lensa ini sebenarnya termasuk dalam poor bokeh, tapi justru itu unik bagi beberapa orang. Bokeh yang ditimbulkan membentuk suatu lingkarang seperti cincin atau kue donat sehingga kadang disebut "bokeh doughnuts".

Data teknis dari lensa ini kurang lebih adalah:

  • Focal length: 135mm
  • Max aperture: f/3.5 (stop down to 22)
  • 15-blades diaphragm....alias bilah diafragmanya 15 (wooow)
  • Ring 55mm (filter size)
  • Berat: 520gr

Dalam beberapa web disebutkan bahwa bokeh donat ini terbentuk karena jumlah bilah diafragma yang mencapai 15 buah. Berikut ini beberapa hasil capture pada open wide f/3.5:

Hmm....mari kita bandingkan dengan lensa yang lain, tentu beda lensa...beda karakter bokehnya. Lensa yang digunakan sebagai pembanding adalah lensa Canon EF 85mm f/1.8 USM dan lensa Helios 44M-4 58mm f/2.

Untitled-1

Terlihat kan....Canon 85mm memiliki karakter bokeh yang paling halus, kalau Helios sedikit cenderung destruktif karena sebenarnya keunikan dari lensa Helios adalah swirly bokeh nya. Lensa Meyer dengan 15-blades ini menunjukkan bokeh yang bener2 destruktif...alias menghancurkan background menjadi donat, hehehe.